ALT_IMG

Hadist Pertama

Dari Abu Umamah ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya." (Riwayat Muslim)

ALT_IMG

Hadist Kedua

Dari Usman bin 'Affan ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya." (Riwayat Bukhari)

Alt img

Hadist Ketiga

Dari Imran bin Hushoin: beliau melewati seorang yang sedang membaca Al Qur'an kemudian dia berdoa kepada Allah lalu ia kembali membaca, dan dia berkata aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al Qur'an maka berdoalah kepada Allah dengan Al Qur'an karena sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca Al Qur'an dan orang-orang berdo'a dengannya." (Riwayat Tirmizi)

ALT_IMG

Hadist keempat

Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu kebaikan,sama dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud 'Alif, Laam, Miim' satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf. (Riwayat Ad Darami dan Tirmizi, beliau berkata hadits ini hasan sahih)t

ALT_IMG

Hadist kelima

Dari Ibnu Mas'ud ra. bahawasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Yang paling layak mengimami kaum dalam shalat adalah mereka yang paling fasih membaca Al Qur'an." (Riwayat Muslim)

Kamis, 01 Mei 2014

Nasehat Hasan Al-Basri

0 komentar
Beberapa malam yang lalu saya mendengarkan kultum yang disampaikan oleh salah seorang ustad yang dulu menjadi guru saya di pesantren ar-raudhatul hasanah nama beliau sangat tidak asing lagi dikalangan kami para alumni pesantren nama beliau adalah qosim nursheha dzulhadzi yang sering kami panggil dengan sebutan ustad qosim saat itu dia sedang berada di banda aceh guna mengisi seminar yang diadakan oleh sebuah remaja masjid dan beberapa even organizer, dalam kultum tersebut banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan dan sekarang saya berniat untuk berbagi kepada seluruh pembaca.

Dalam kesempatan tersebut beliau (ustad qosim nursheha dzulhadzi, lc, mm.) Menjelaskan tetang seorang ulama besar yaitu hasan basri yang sangat termashur dengan kezuhudannya, ilmunya yang sangat mendalam dalam agama membuat dia sangat dikenal kedekatannya dengan allah,swt. Terlebih lagi beliau pernah disusui oleh umu salamah istri rasulullah sehingga darah dan jiwa dakwah rasulullah sedikit tidaknya mengalir dalam darahnya hasan basri.

Hasan basri hidup di zaman para tabi’in namun meskipun demikian beliau cukup dekat dengan para sahabat sehingga keimanan beliau sangat terkenal saat itu. Hasan basri sangat taat dalam beribadah, setiap kali beliau beribadah tampak beliau sangat menikmati ibadah tersebut, dia seolah-olah akan mati setelah melaksanaan ibadah tersebut. Sehinga pada suatu saat seorang lelaki datang bertanya kepadanya tentang perihal kekhusyukannya dalam beribadah.
“ya hasan basri, aku melihatmu sangat menikmati setiap ibadahmu kepada allah, apa yang membuatmu sehingga mampu menikmati kehidupanmu dan beribadah dengan begitu khusyu’knya.?
Hasan basri menjawab ada empat alasan kenapa dia mampu menikmati setiap ibadah yang dia lakukan. Dan saat itu beliau menjelaskannya satu persatu.

Alasan yang pertama kenapa beliau mampu beribadah dan menikmati ibadahnya kepada allah, kata hasan basri adalah,
1. Aku tau bahwa rizki ku tidak akan tertukar dengan orang lain, sehingga aku tidak begitu sibuk untuk memikirkan duniaku.

Hal ini hampir sudah selalu kita dengar dari  muballigh kita bahwa rizki sudah allah atur besar kecilnya yang perlu kita lakukan adalah berikhtiar. Pesan hasan basri kepada lelaki tersebut untuk tidak memprioritaskan dunia, jangan sampai kita lupa bahwa semua itu adalah pemberian allah. Kita tidak akan mengkesampingkan ibadah daripada kerjaan kita jika kita menyadari betul bahwa allah lah yang mengatur rizki kita. Dan dengan mengetahui itu kita juga tidak akan terlalu sibuk mengejar dunia. Karena hati akan risau dan gundah jika dunia adalah tujuan akhir dari hidup kita.

Alasan kedua kenapa hasan basri sangat dekat dengan allah kata beliau adalah
2. Aku mengerti betul bahwa amalku tidak akan diwakilkan kepada orang lain, sehingga aku menyibukkan diriku untuk mengumpulkan amal.

Secara logika jika bukan kita sendiri yang mengumpulkan amal kita siapa lagi, kita tidak bisa hanya menunggu doa orang yang masih hidup kepada kita disaat kita sudah meninggal nanti. Inilah yang dipahami oleh hasan basri sehingga beliau sangat khusu’ dan taat kepada allah.

Hal yang ketiga yang membuat beliau sangat dekat dengan allah menurut beliau adalah,
3. Aku tau bahwa allah selalu mengawasi gerak gerikku sehingga aku malu jika allah melihatku sedang bermaksiat.

Jika kita memahami ini dan mengingatnya disetiap gerak gerik kita seperti hasan basri, maka kita akan dapat mengendalikan diri dari berbuat dosa. Karena allah selalu melihat kita bahkan sesuatu yang belum dan sudah terdetak dihati kita allah tau dengan sangat detail melebihi kita sendiri. Jadi apa alasan masih berbuat dosa jika kita mengerti dan mengingat betul bahwa allah selalu mengawasi kita.

Hal yang terakhir yang menjadikan hasan basri begitu taat kepada allah menurut beliau adalah,
4. Aku tau bahwa kematian selalu menungguuku, maka aku selalu mempersiapkan diri kapanpun dan dimanapun.

Hal ini merupakan informasi yang sudah diketahui secara umum. Bahwa kita bisa mati dimana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja. Allah menegaskan bahwa setiap yang hidup akan merasakan mati namun allah merahasiakan tiga hal, dimana, kapan dan bagaimana kita meninggalkan dunia ini. Akan timbul pertanyaan kenapa hal itu mesti dirahasiaan? Hal ini dirahasiakn supaya setiap orang selalu mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kematian.


Terima kasih
warungkopirumohkupi
barutulis sekarang di dengar tgl 26 april 2014 di masjid agung almakmur
ditulis tgl 1 mei 2014.
Semoga bermanfaat.

juga di publikasikan di www.semuacoretan.wordpress.com

Continue reading →
Jumat, 20 Desember 2013

Umat Rasulullah Di Akhir Zaman

0 komentar
Hari ini hari jumat jadi tentu saja sebagai seorang muslim ya harus menjalankan kewajiban untuk shalat jum’at. Tadi jum’at saya shalat di Mesjid Kantor Keuangan Negara Banda Aceh. Disana Khatib memulai khutbahnya dengan anjuran untuk tidak merayakan tahun baru masehi yang sebentar lagi akan tiba. Dibawah ini adalah rangkuman yang bisa saya ambil dari khutbah khatib yang saya kurang tau siapa nama khatib tersebut.

Rasulullah bersabda bahwa pada akhir zaman ummat Rasulullah akan mengikuti pola hidup orang yahudi dan nasrani selangkah demi selangkah. Dan ini sudah terbukti, sabda rasulullah yang diutarakan ribuan tahun yang lalu telah terbukti pada zaman sekarang ini. bayangkan saja, bukankah betul bahwa hampir keseluruhan pola hidup dan pergaulan orang-orang yahudi dan nasrani sudah dipraktekkan oleh orang-orang yang berstatus muslim. Mulai dari pakaian, makanan bahkan kebiasaan mereka. Orang muslim menjiplak kehidupan yahudi dan nasrani dan mengabaikan perintah dan larangan Allah swt.

Model pakaian merupakan hal yang paling mudah untuk dilihat sebagai bukti dari hadist rasulullah itu. Sekarang bukan hanya remaja muslim bahwan orang tua dan anak-kecil sudah mengikuti trendy masa kini. Memang tidak salah mengikuti trend dan model tapi bukankah islam mempunyai aturan dan standarisasi dalam berpakaian. Bagi laki-laki tidak membentuk dan tidak menampakkan aurat yang mana terletak diantara pusat dan lutut, sedangkan perempuan juga syarat pakaianya tidak membentuk badan dan juga menutup aurat yang mana aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya melainkan telapak tangan dan wajah.
Bukan hanya itu. Makanan juga sudah mengikuti kebarat-baratan. Tidak perlu enak atau tidak, yang penting bagi masyaratk muslim sekarang makanan itu berkelas. Seperti KFC,  Pizza dan lain-lain. Sedangkan kita tidak tau apakah makanan itu halal atau tidak. walaupun makanan itu bersertifikat halal namun itu bukanlah jaminan kehalalannya. Karena haram itu bisa disebabkan oleh memang bendanya yang haram seperti Babi dan Anjing, dan bisa juga prosesnya tidak memenuhi syarat kehallalan contohnya jikalau ayam di KFC tidak dipotong dengan menyebut nama Allah maka ayam itu tergolong kedalam makanan Haram. Bayangkan saja. ratusan ayam dipotong menggunakan mesin di pabrik, seperti tanpak jelas bahwa makanan itu tidak akan dipotong dengan diawali dengan lafadz Allah. Namun meskipun demikian, itu hanyalah sebatas dugaan dan kita patut waspada dalam memilah milih makakan.

Pola hidup juga sudah merambah kedalam kehidupan orang-orang muslim sekarang ini. mulai dari perayaan pesta bahkan hampir seluruh kehidupan keseharian mereka dijiplak mentah-mentah oleh orang muslim. Hubungan sebelum nikah menjadi marak dikalangan anak muda, dan masih banyak lagi hal-hal yang kita jiplak secara langsung dari kehidupan orang yahudi dan nasrani.

Sepatutnya sebagai seorang muslim. Ajaran muslim dan pola hidup muslim menjadi acuan dan contoh dalam kehidupan kita. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semuannya sudah diatur oleh yang maha Kuasa Pencipta Alam ini. kita hanya perlu mengikuti aturan yang sudah diberlakukan. Karena aturan itu adalah petunjuk kita untuk mencapai surganya Allah swt. Semoga kita digolongkan menjadi Hamba-hambanya kelak, amin ya rabbaal alamin.

Posting di www.semuacoretan.wordpress.com |www.alquran-kita.blogspot.com
Sebarkan Dakwah. Sumber : Khutbah Jumat 20 Desember 2013 Gedung Keuangan Banda Aceh
Continue reading →
Kamis, 06 Juni 2013

Sang Jendral Dan AL-Qur'an

0 komentar
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...

Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ serasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena alau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka....

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

"Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...! " Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata. Namun, apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang.

'Algojo penjara' itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang. Dengan congkak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata, "Rabbi, waana'abduka..." Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah tempatmu di Syurga."

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?!

Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Spanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapak kami, Tuhan Yesus.Anda telah membuat aku benci dan geram dengan 'suara-suara' yang seharusnya tak pernah terdengar lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta maaf dan masuk agama kami."

Mendengar "khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan tajam dan dingin. Ia lalu berucap,"Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat diwajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya.

Namun, tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. "Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!" ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto, mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu.

Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara'itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung. "Ah...sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya.

Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya, Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.

Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.

*******************
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab)digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, ditengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan air matanya menatap sang ibu yang terkulai lemah ditiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti ibunya. Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam, bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....? Ummi,cepat pulang ke rumah ummi..." Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.

Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya " Abi...Abi... Abi..." Namun, ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.

"Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi.

Tiba-tiba plak! sebuah tamparan mendarat dipipi sang bocah. "Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ..Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki2 itu. Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.
***************************

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, Abi...Abi.. .Abi..." Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam menggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai'tanda hitam' pada bahagian pusar. Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini.Lidahnya yang sudah berpuluh -puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi.. aku masih ingat alif, ba, ta, tsa..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.

"Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi,tunjukkan aku pada jalan itu..." Terdengar suara Roberto memelas. Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata buktikebesaran Allah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap." Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Disana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu," Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla Illaaha ilallah,waasyhadu anna Muhammad Rasullullah. ." Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmad Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, 'Islam', sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya... " Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah..."Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 30:30)

sumber : http://kisahceritaislamm.blogspot.com
Continue reading →
Rabu, 05 Juni 2013

Internet Sebagai Media Dakwah Islami

0 komentar
"Sampaikanlah, walau hanya satu ayat," demikian ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya suatu ketika. Ujaran yang sangat terkenal tersebut berintikan ajakan kepada para penganut agama Islam untuk senantiasa menyempatkan diri untuk berdakwah dan berbagi pengetahuan bagi sesama, kapanpun dan dimanapun. Sebelum Rasullulah wafat pada tahun 632 M, dakwah kerap dilakukan secara lisan. Baru pada tahun 644 M ketika Islam dipimpin oleh Uthman bin Affan, sahabat Rasulullah dan khalifah ketiga, dakwah mulai dilakukan secara tertulis. Pada saat itu Al-Qur'an sebagai kita suci Islam mulai dibukukan, digandakan dan disebarluaskan ke imperium-imperium Islam di penjuru dunia.


Semangat dakwah tersebut, meskipun hanya satu ayat, merupakan satu bentuk "tanggung jawab moril" yang sangat mengakar di kalangan umat Islam. Segala daya dan upaya untuk melakukan dakwah terus dilakukan, hingga kini.Setelah beratus tahun berselang sejak dakwah lisan dikumandangkan oleh Rasulullah, pada masa kini dakwah telah menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk tulisan di buku mendapatkan komplementernya berupa text dan hypertext di Internet.

Meskipun jumlahnya masih sangat sedikit, kalangan umat Islam di Indonesia yang menggunakan Internet sebagai media dakwah jumlahnya kian hari kian bertambah. Total jumlah pengguna Internet di Indonesia saja terhitung baru sekitar 2 persen saja dari total penduduk Indonesia. Tetapi semangat berdakwah "walau hanya satu ayat" tersebut tidak mengurungkan niat para pelaku dakwah digital.

Fenomena dakwah digital tersebut memang berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi informasi (TI) di dunia. Internet komersial baru masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dengan dibukanya IndoNet di Jakarta, sebagai Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia. Salah satu pelopor penggunaan Internet sebagai media dakwah adalah seperti yang dilakukan oleh kelompok Jaringan Informasi Islam (JII). JII yang dibidani oleh jebolan Pusat Teknologi Tepat Guna (Pustena) Masjid Salman ITB tersebut sudah sejak sekitar tahun 1997-1998 bergulat dengan teknologi e-mail yang diaplikasikan ke dalam pesantren-pesantren, membentuk apa yang disebut dengan Jaringan Pondok Pesantren.

Kemudian pada sekitar tahun 1998-1999 mulai marak aneka mailing-list (milis) Indonesia bernuansa Islami semisal Isnet, Al Islam dan Padan Mbulan. Baru kemudian pada tahun 1999-2000 bermunculanlah situs-situs Islam di Indonesia, yang tidak sekedar situs-situs institusi Islam, tetapi berisi aneka informasi dan fasilitas yang memang dibutuhkan oleh umat Islam. Maka lengkaplah Internet menjadi salah satu media rujukan dan media dakwah Islam Indonesia.

sumber : http://babinrohisnakertrans.org/
Continue reading →
Rabu, 24 April 2013

Tujuan Pendidikan dalam Al-Quran

0 komentar

Ada beberapa tujuan pendidikan sesuai petunjuk Al-quran.
1.       QS. Adz-Dzariyat: 56
”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata, maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT. Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia.
  • Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut: kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya. Kedua, Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani, pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus. Dengan demikian, terlaksanalah makna ibadah.
QS. Ali Imran: 138-139
”(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”.
”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.
Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas, bahwa al-Qur’an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia, atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan al-Qur'an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. Al-Qur'an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia, petunjuk, serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia, juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak, karena ini adalah petunjuk, lagi peringatan.Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan, dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka, maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. Namun demikian, apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. Karena itu, janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah, kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud, atau peristiwa lain yang seupa, kuatkanlah mentalmu. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah, di dunia dan di akherat. Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran, di akherat kamu mendapatkan surga Allah. Ini jika kamu orang-orang mukmin, yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu.Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut
  •          Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum- hukum alam
  •          Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya
  •         Menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi


QS. Hud: 61
”Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."
[726] Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar, Ibnu Iram Ibnu Sam, Ibnu Nuh. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran.Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad, karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Pada masa itulah, merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah, tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud.Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia --langsung maupun tidak langsung-- untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah, sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata.
  • Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:
  • Mewujudkan seorang hamba yang shaleh
  •  Mewujudkan akan keesaan Tuhan
  • Mewujudkan manusia yang ahli do’a
  • Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan


4.       QS. Al-Fath: 29
”Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar”.
[1406] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.
Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. Mereka juga ruku' dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah, senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung.. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa.Kalimat asyidda'u 'ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras, maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. Ini serupa dengan firman-Nya
"… dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat ....." (QS. 24:2)
Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sebagai berikut:
  •          Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia
  •          Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat
  •          Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain


5.       QS. Al-Haj: 41
”(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”.
Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi; yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun, syarat, dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma'ruf serta mencegah dari yang munkar.Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam, kapan dan di manapun, dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.Al-Qur'an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran, ayat 104 yang berbunyi:
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.
Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:
  •         Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran
  •          Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah.


Copas dari blog : http://ilmutuhan.blogspot.com/2009/05/ujian-tengah-semester-i-pprogram-pasca.html (semoga Allah memberkati orang yang menulis dan menyebarkan dakwah ini)

Continue reading →
Kamis, 19 Januari 2012

Asbabun Nuzul | Surah Al-Ahzab : 37 (Zainab Bint Jahsy)

0 komentar

Pernikahan Zaid dengan Zainab
Karena Rasullulah bangga kepada Zaid ibn Haritsah, maka beliau berfikir untuk menikahkannya dengan putri bibi beliau, Zainab bint jahsy. Zainab bint jahsy ibn riyab ibn Khuzaimah al-Asadi. Selain dikenal cantik, Zainab juga punya garis keturunan yang bagus. Zainab dikenal dermawan dan mengasihi kaum papa. (Lihat Thabaqat IBn Sa’d, jilid X, hal.98)
Rasullulah berkeinginan untuk menghapus sekat pembeda kasta maupun status sosial. Berliau ingin bahwa seluruh umat islam setara, tidak seperti tradisi lamanya, yang suka membangga-banggakan nasab dan keturunan. Rasul ingin menegaskan bahwa tidak ada yang membedakan sesama muslim kecuali tingkat ketakwaannya.(Lihat Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.232)
Namun Zainab dan saudaranya, Abdullah ibn Jahsy kaget dengan tawaran Rasullulah, ingin menikahkan zaid dengan zainab. Zaid pun merasa tidak enak jikalau harus mempersunting zainab, karena zaid menganggap zainab adalah dari kalangan bangsawan yang tidak mungkin bersnding dengan budak. Zainab memandang dirinya sebagai seorang ningrat dengan garis keturunan yang bagus, dan tidak mungkin akan menikah dengan seorang budak belian bernama Zaid dan disejajarkan dengan istri Zaid yang pertama yang notabene adalah budak belian juga.
Sampai-sampai zainab berkata : “Aku anak perempuan dari kalangan Bani Abd Syam. Bagaimana mungkin aku menikah dengan seorang budak ?!” (Lihat Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.232 )
Zainab berandai-anda menikah dengan laki-laki yang sederajat. Hidup bahagai seperti wanita lain. karena itu Zainab menolak tawaran Rasullulah.
Namun Allah berkehendak lain, Allah berfirman kepada Rasullulah SAW :
    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada lagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah benar-benar sesat (al-Ahzab:36)
Rumah Tangga Zaid dan Zainab
Setelah keteapan dari Allah, akhirnya mereka berdua menikah, mahligai rumah tangga pun mulai berjalan dengan baik, namun tetap saja zainab tidak bisa menerima keadaan ini, zainab tetap membanggakan garis keturunan ningratnya hingga melukai hati zaid.
Berita ini pun sudah sampai kepada Rasullulah, Rasullulah merasa bertanggung jawab atas pernikahan zaid dan zainab, Rasul memberikan nasehat kepada zaid agar terus bersabar, dan memberikan nasihat kepada zainab untuk tidak melawan suami, apalagi menyakiti hatinya.
Rasullulah menaruh harapan besar bahwa mudah-mudahan Allah SWT. Memberi mereka beruda keadaan yang terbaik yang diinginkan. (Lihat Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.234)
Pernikahan Rasullulah SAW dengan Zainab
Perselisihan antara Zaid dan Zainab mencapai puncaknya, Zaid berkeinginan untuk menceraikan istrinya, namun Rasullulah menahannya hingga beliau bersabda :
“Wahai Zaid, Tahanlah terus itrimu dan bertakwalah kepada Allah”
Namun rumah tangga mereka seakan mustahil untuk dipertahankan, mereka sepertinya harus berpisah, Zaid pun pada akhirnya menceraikan Zainab.
Setelah diceraikan zainab bisa kembali berharap, harapan yang tadinya kandas sekarang seakan tumhu kembali. Karena tidak mampu diutarakan, maka zainab akhrinya menahan diri.
Melihat kondisi zainab anak papamnya itu, Rasullulah merasa bertanggung jawab, karena beliau bersikeras ingin menikahkannya dengan Zaid. Maka, kemudian bahtera rumah tangga itu berakhir. Karen itu Rasul berfikir untuk menikahi zainab. Namun, beliau khawatir akan memicu fitnah, apa kata orang jika beliau diketahui menikah dengan mantan istri anak angkatnya ?!(Lihat Asbabun Nuzul Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi. hal.235)
Maka keinginan itu beliau simpan rapi dalam lubuk hati, sampai kemudian Allah SWT, menurukan ayat :
    Sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka, tatkal Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi (al-Ahzab:37)
Sumber : Hendra Wijaya http://www.islambisa.web.id
Continue reading →
Senin, 02 Januari 2012

sebab turunnya surat Al Falaq dan An Nas (Asbabun Nuzul)

0 komentar

Dalam suatu riwayat dikemukan bahwa Rosululla saw. pernah sakit yang agak para, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat di sebelah kakinya kepada yang ada di sebelah kepalanya : "Apa yang engkeau lihat?" Ia berkata : " Dia kena guna-guna ". "Apa guna-guna itu?". "Guna-guna itu sihir"."Siapa yang membuat sihirnnya?". Ia menjawab : "Labid bin al-A'sham Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga si Anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah".
Pagi pagi hari Rasulullah saw. mengutus 'Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah arinya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungannya terus dibakar dan ternyata di dalam gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul.
(Kedua surat ini (S.113 dan 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya,
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Dala'ilun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.
Keterangan:
Dalam kita Bukhari terdapat syahid (penguat) Hadits) yang ceriteranya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada shahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan turunya kedua surat itu.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga Sahabat-sahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan Yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa dua surat ini (S.113 dan S 114) dan membacakan ta'udz.
Setelah itu juga Rasulullah keluar menemui Shahabat-shahabatnya dalam keadaa sehat Wal'afiat. (Diriwayatkan oleh Abu Na'im dalam kitab ad-Dalail dari Abi Jafar ar-Razi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik)

sumber :ASBABUN NUZUL, K.H.Q SHALEH, H.A.A DAHLAN, PROF. DR. H.M.D. DAHLAN)
Continue reading →